Kiat: Memahami Remaja

Keriuhan Masa Muda

Sangat menarik apa yang disajikan oleh National Geographic Indonesia bulan Oktober kemarin. Di sana, dalam sebuah artikel dijabarkan bagaimana perkembangan otak memengaruhi (secara besar-besaran) perilaku seorang remaja.

Dari kajian pencitraan yang dilakukan terhadap otak, diperoleh sebuah grafik perkembangan yang lambat dan tidak merata. Hal ini menawarkan penjelasan yang menarik tentang mengapa remaja melakukan hal bodoh: mereka berbuat seperti itu karena otak mereka belum selesai tumbuh.

Apabila dibandingkan dengan orang dewasa, remaja cenderung tidak terlalu menggunakan area otak yang memantau kinerja, mengenali kesalahan, menyusun rencana dan menjaga fokus.

Semakin kita memahami hal-hal yang membuat masa ini unik, masa remaja semakin terlihat sebagai masa yang sangat fungsional, bahkan adaptif. Memang inilah yang diperlukan agar manusia mampu menghadapi transisi hidup pada masa remaja.

Beberapa hal yang lazim terjadi pada masa remaja adalah:

–          Pencarian ketegangan yang bisa memicu adrenalin

–          Mengambil risiko sebagai akibat penilaian lebih tinggi terhadap imbalan

–          Lebih suka bergaul dengan teman sebaya,

Penjelasannya, semua remaja menyukai hal baru, terlebih yang bisa memicu adrenalin. Risiko suka diambil sebagai bentuk meraih sebuah imbalan. Sebagai contoh mudah, remaja akan berhati-hati saat mengendarai motor sendiri, namun ia akan mulai serampangan apabila berkendara bersama dengan teman-temannya. Nah, pencarian atau pergaulan dengan teman sebaya di sini digunakan oleh remaja sebagai bentuk menerima tawaran kebaruan yang diperoleh dari sesama remaja dibanding keluarga sendiri yang sudah dikenal baik. Hal lain, sisi positif dari semua kegemaran remaja tersebut adalah sebagai bentuk investasi di masa yang akan datang.

Keunikan masa remaja ini berasal dari gen dan proses perkembangan yang lolos seleksi alam. Proses ini telah terjadi selama lebih dari ribuan generasi. Di sini dimainkan peran penting selama masa peralihan yang krusial ini: menghasilkan makhluk yang siap secara optimal untuk meninggalkan rumah yang aman dan memasuki wilayah tak dikenal.

Penelitian menunjukkan bahwa saat orang tua berkomunikasi dan membimbing anak remajanya secara tegas tetapi tidak terlalu ikut campur, tetap akrab tetapi membiarkan mereka mandiri, anak-anak mereka pada umumnya lebih sukses dalam hidup.

Masa ini adalah masa panjang saat area otak depan yang berkembang belakangan ini masih luwes, saat mereka menjadi matang perlahan-lahan.

Dirangkum dari National Geographic Indonesia, Oktober 2011, ‘Otak Nan Rancak’ Hal 24-47

Artikel daring dapat dibaca di tautan berikut

[adsenseyu1]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *