Review: Storm of Warriors

Awan dan Angin selalu seiring sejalan. Awan bergerak karena adanya angin. Bila satu ketika awan menabrak gunung, atau karena sebab yang lain, sehingga awan jenuh, turunlah hujan kemudian. Hujan yang deras, dilengkapi petir, ditambah guruh dan angin yang kuat menyebabkan badai.

Godless, seorang penjajah yang datang ke China dan bertindak sewenang-wenang dengan membunuhi mereka yang tidak bersalah, mendapat perlawanan yang keras dari para pendekar. Tetapi Godless tidak bodoh, ia memberikan formula racun khusus yang dapat melemahkan kekuatan para pendekar. Di antara pendekar itu, ada Chu Chu, Si Awan, Si Angin dan Sang Legenda Tanpa Nama.

Pada sebuah kesempatan, pendekar-pendekar itu mampu melepaskan belenggu di tangan dan kaki mereka. Dengan serta-merta, mereka pun melakukan perlawanan kepada Godless. Kekuatan para pendekar yang belum kembali seratus persen menyebabkan perlawanan mereka sia-sia dan dengan mudah dapat dikalahkan oleh Godless.

Chu Chu, Si Awan, Si Angin dan Tanpa Nama termasuk mereka yang mengundurkan diri setelah kekalahan awal itu. Berempat, mereka bermaksud untuk menata kekuatan dan memulihkan diri. Tanpa nama berkata, “Pada kondisi kita yang seperti sekarang ini, tak mungkin bisa mengalahkan Godless,” Ia menambahkan, “Kita perlu menyembuhkan diri dan mengumpulkan kekuatan.”

Si Awan yang tak sabaran sudah hendak menerjang Godless, namun baru beberapa tindak, ia sudah jatuh terduduk lagi saking lemah tubuhnya. “Tapi aku melihat bila Si Awan dan Angin bersatu, maka mereka berdua dapat mengalahkan Godless.” Demikian urai Tanpa Nama sembari melanjutkan, “Tetapi kalian berdua perlu meningkatkan kekuatan.”

Kakak seperguruan Raja Ciggy, The Wicked adalah pendekar jempolan yang sudah mengundurkan diri. Dalam rangka meningkatkan kekuatannya, Tanpa Nama mengarahkan Si Awan dan Angin agar menemui The Wicked dengan diantar oleh Raja Ciggy.

Tan Ming Sen, sebuah guha kediaman The Wicked menyambur Raja Ciggy, Si Awan dan Angin, dalam keheningan. The Wicked sendiri entah berada di mana. Tak putus asa, mereka tetap meminta bantuan The Wicked untuk membantu mereka mengusir Godless. Si Awan dan Angin sampai-sampai harus beristirahat beberapa hari demi meluluhkan hati The Wicked yang tak kunjung bersedia membantu.

Pada masa di mana kebosanan menyergap itu, beruntunglah datang Si Pemimpi. Ia adalah kesayangan The Wicked. Datangnya Si Pemimpi dan keikutsertaannya berlutut meminta bantuan The Wicked berhasil meluluhkan hati jagoan tua itu.

The Wicked menyambitkan batu sebagai penanda kedatangannya. Tentu saja bukan sembarang sambitan, batu-batu itu diarahkan ke Si Awan dan Angin yang dengan sigap berhasil menangkap sambitan batu tersebut.

The Wicked dalam kemunculannya itu ternyata sudah berubah. Kedua belah lengannya terpotong. Raja Ciggy yang memerhatikan hal ini pun bertanya, “Ke mana kedua lenganmu?” Dengan wajah muram The Wicked berkisah, kedua tangannya ia potong sendiri saat ia salah mempelajari ilmu jahat dan mulai membunuhi orang-orang tak bersalah.

Ilmu jahat yang salah dipelajari The Wicked, ternyata justru jawaban dari usaha Si Awan dan Angin. Ilmu itu, bisa meningkatkan kekuatan dengan amat cepat. Kendati begitu, besar risiko yang harus diambil karena siapa yang mempelajari ilmu itu, bisa menjadi begitu jahat, bahkan bisa-bisa tak terkendali.

Fakta bahwa ilmu yang jahat itu dapat mengubah seseorang menjadi jahat tak menyurutkan niat Si Awan dan Angin untuk mempelajarinya. Bahkan, Si Awan begitu bernafsu dan tak sabar untuk belajar. The Wicked sebagai orang tua yang awas, tidak serta merta meluluskan permintaan Si Awan. Ia melakukan sebuah ujian kecil. Dimintanya Si Awan dan Angin untuk membuka tangannya yang tadi menangkap batu. Terlihat kemudian bahwa batu yang berada di tangan Si Awan hancur menjadi serpihan. Sementara itu, batu yang berada di tangan Si Angin masih utuh.

Ujian itu menandakan, Si Angin lebih bisa mengontrol emosinya, sementara Si Awan terlampau agresif. Ilmu jahat itu, memerlukan pengendalian emosi yang baik, maka dengan itu terpilihlah Si Angin untuk mempelajarinya. Diiringi pandangan tak rela dari Si Pemimpi yang ternyata jatuh cinta pada Si Angin, pada hari itu juga dimulai pelajaran ilmu jahat bagi Si Angin.

Manakala Si Angin sibuk belajar, Si Awan mendapat panggilan dari Sang Legenda Tanpa Nama agar menemuinya di sebuah kuil. Di sana, ternyata Tanpa Nama bermaksud untuk mewariskan ilmu dan kekuatannya pada Si Awan. Kemudian, di kuil itu Si Awan menempa diri dengan aneka rupa ilmu tingkat tinggi dari Tanpa Nama. Pada akhir masa belajarnya, tak disangka Si Awan malah berhasil menemukan jurus pedang mematikan yang dinamakan “Ba”.

Bagaimana usaha Si Angin dalam mempelajari ilmu jahat dari The Wicked? Berhasilkah ia? Berubah jahatkah ia?

Bagaimana perjuangan Si Awan dan Angin yang bergabung menjadi badai dan menggulung Godless?

Bagaimana hubungan Chu Chu dengan Si Awan? Pun Si Pemimpi dengan Si Angin? Akankah masing-masing dari mereka menemui cintanya?

“Storm of Warriors” akan menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda itu. Selamat menonton.

[adsenseyu1]

5 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: